Fakta di Balik Tragedi Pembantaian Keluarga Kerajaan Nepal

BERKAHPOKERDalam waktu singkat, sepuluh orang anggota keluarga kerajaan tewas termasuk Raja Birendra dan Ratu Aishwarya. Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membahas tujuh fakta di balik tragedi pembantaian keluarga Kerajaan Nepal.

1. Berawal dari cinta yang tidak direstui

Hubungan antara putra mahkota Kerajaan Nepal, Pangeran Dipendra dan kekasihnya yang bernama Devyani Rana dimulai dari tahun 1990 saat keduanya bertemu di Inggris. Keduanya pertama kali bertemu saat sedang menempuh pendidikan di Eton, sebuah kota kecil di Inggris.

Devyani Rana adalah putri seorang politisi sekaligus pengusaha yang berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Pashupati Shamsher Rana, pernah menjadi menteri di lima kementerian yang berbeda di bawah kekuasaan Raja Birendra.
Baik pihak istana maupun keluarga Devyani awalnya tidak mengetahui hubungan Dipendra dan Devyani. Hubungan mereka baru diketahui beberapa tahun kemudian saat Dipendra berniat ingin menikahi Devyani. Namun, hubungan ini tidak direstui keluarga kerajaan dan ibu Devi

2. Sebab tidak direstuinya perjodohan Dipendra dan Devyani Rana

Keluarga kerajaan disebut menolak Devyani karena masih memiliki darah India dari garis ibunya, meski Devyani berasal dari keluarga terpandang. Alasan ini merupakan imbas dari hubungan kurang baik antara Nepal dan India saat itu

Sumber lainnya menyebutkan, ibu Devyani pernah dihubungi nenek dari Dipendra. Ibu Devyani yang saat itu tidak tahu hubungan putrinya dengan Dipendra menyebut keluarga kerajaan Nepal terlalu miskin. Devyani disebut memiliki lebih dari Rs50 juta di bank yang berbeda, sedangkan Dipendra harus bertahan dari tunjangan pemerintah sebesar Rs2,4 juta.AGEN POKER TERPERCAYA

Tanpa disadari, percakapan antara keduanya telah menutup peluang Dipendra dan Devyani untuk menikah. Sejak saat itu, Dipendra berseteru dengan ibunya dalam waktu lama.

3. Malam berdarah di Istana Narayanhiti

Perseteruan ini memuncak di tanggal 1 Juni 2001. Saat itu, lebih dari 20 orang kerabat keluarga dan bangsawan kaya berkumpul untuk makan malam di Istana Narayanhiti. Dipendra datang dalam keadaan mabuk dan berperilaku buruk dengan seorang tamu. Raja Birendra menjadi marah dan mengusir putranya itu ke kamarnya di lantai atas.

Setengah jam kemudian, Dipendra turun ke lantai bawah dengan membawa pistol dan senapan serbu M16. Ia pun masuk ke kamar ayahnya dan menembaknya hingga tewas. Dipendra kemudian berlari ke taman dan menembak ibunya, dua adiknya yaitu Pangeran Nirajan dan Putri Shruti, dan beberapa anggota keluarga kerajaan lainnya.

Tidak lama setelah itu, Dipendra kembali ke kamarnya dan menembak kepalanya sendiri. Ia terluka parah hingga tidak sadarkan diriAGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *