Awal Mula Daging Babi di Haramkan Dalam Islam

BERKAHPOKER Begini awal mula konsumsi babi dinyatakan haram dalam Islam. Konsumsi babi jelas diharamkan untuk Muslim. Hal ini tercantum dalam beberapa ayat dalam Alquran. Salah satunya surat An-Nahl ayat 115 yang menyebut Allah mengharamkan konsumsi bangkai, darah, daging babi, dan apapun yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah SWT.

Munculnya larangan konsumsi babi dalam Islam pun ternyata punya fakta unik. Ada cerita mengenai kapan larangan ini muncul dalam Alquran dan catatan sejarah yang menunjukkan bahwa babi sebenarnya tidak ditemukan dalam sejarah bangsa Arab, sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai Nabi Muhammad SAW. Lantas mengapa ada ayat Alquran yang muncul soal larangan konsumsi babi?

Alquran melarang konsumsi babi, padahal di jazirah Arabiah tidak ada babi sama sekali. Pada masa jahiliyah bangsa Arab tidak pernah sekali pun menyebut babi dalam syair dan prosa mereka. Lalu tidak pula ditemukan babi dalam sejarah bangsa Arab sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai Nabi Muhammad SAW.

Lalu mengapa Allah SWT tetap mengharamkan babi? Hal ini merujuk pada mukjizat Alquran dimana Alquran mengabarkan kondisi babi di akhir zaman. Alquran sebenarnya tengah mengkhithob generasi umat Islam modern.

Dijelaskan bahwa yang haram dari babi bukan hanya dagingnya saja, tetapi semua yang berasal dari hewan tersebut. Mulai dari darah, bangkai dan minyak babi. Saat itu Allah SWT mengharamkan daging babi di Jazirah Arabiah.

Padahal di Jazirah Arabiyyah tidak ada babi sama sekali. Dikutip dari Halal Corner, pada masa jahiliyah bangsa Arab tidak pernah sekali pun menyebut babi dalam syair dan prosa mereka, sebagaimana mereka menyebut nama-nama hewan ternak lain.

Hal itu menunjukkan babi tidak ditemukan di kehidupan mereka. Selain itu, tidak pula ditemukan babi dalam sejarah bangsa Arab sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai Nabi Muhammad SAW.

Satu-satunya kabilah Arab yang memelihara dan makan babi adalah Bani Taghlib, yaitu sebuah pecahan dari Bani Bakar bin Wail yang merupakan keturunan dari Rabi’ah. AGEN POKER TERPERCAYA

Kabila tersebut beragama Kristen. Menurut para ahli tarikh, awalnya mereka hidup di Jazirah Arabiyyah. Kemudian sejak abad ke-7 masehi mereka bermigrasi ke Iraq.

Lalu, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Yatsrib atau Madinah Munawwaroh, di sana juga tidak ada kabilah Arab yang memelihara dan mengonsumsi babi. Bahkan kaum Yahudi di sana pun tidak demikian karena syarian mereka juga mengharamkannya.

Dari kisah itulah, sebagian ulama menyebutkan bahwa Rasulullah SAW belum pernah melihat hewan babi. Menariknya adalah Allah SWT telah mengharamkan makan babi sejak fase dakwah Islam di Mekkah.

Dapat diartikan bahwa Islam sudah melarang mengonsumsi babi sejak dini. Surat An-Nahl dan Surat Al-An’am yang di antara ayatnya melarang dan mengharamkan makan babi adalah surat Makkiyyah atau surat yang diturunkan di Mekkah. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *