Alasan Di Balik Fobia Ketinggian

BERKAHPOKER Apakah kamu pernah mengalami ketakutan yang ekstrem saat berada di tempat yang tinggi? Jika pernah dan bahkan sering, bisa jadi kamu menderita akrofobia. Akrofobia merupakan fobia takut ketinggian. Jika berada di tempat yang tinggi seperti lantai atas gedung bertingkat, atau tempat tinggi lainnya, penderita akrofobia akan merasakan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan. Bahkan, tak jarang mereka akan menjerit dan menangis jika secara tak sengaja terjebak di ketinggian.

1. Kejadian traumatis dan faktor genetik merupakan salah satu penyebab utama akrofobia

Banyak ahli berpendapat bahwa akrofobia disebabkan oleh kejadian traumatis yang pernah dialami penderitanya, seperti pernah jatuh dari tempat yang tinggi atau melihat seseorang jatuh dari ketinggian. Selain itu, akrofobia juga disebabkan oleh faktor genetik. Jika ada salah satu anggota keluarga yang menderita akrofobia, maka anggota keluarga lainnya juga berisiko tinggi menderita fobia ketinggian ini.

2. Salah satu gejala akrofobia adalah vertigo

Dilansir dari Psycom, salah satu gejala akrofobia adalah vertigo, di mana penderitanya mengalami sensasi berputar dan pusing serta hilang keseimbangan. Selain mengalami vertigo, penderita akrofobia juga akan mengalami gejala-gejala lainnya seperti gemetar, berkeringat, palpitasi jantung, hingga serangan panik dengan disertai sesak napas saat berada di tempat yang tinggi.

3. Akrofobia bisa berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari

AGEN POKER TERPERCAYA Akrofobia membuat penderitanya menghindari situasi yang menyebabkan harus berada di ketinggian seperti naik lift, tangga, dan eskalator, serta naik roller coaster. Tentu hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kehidupan sehari-hari penderitanya, terutama jika bekerja di tempat yang berada di ketinggian seperti gedung bertingkat.

4. Diagnosis akrofobia

Cara untuk mendiagnosis akrofobia adalah dengan meminta rujukan ke psikiater. Profesional kesehatan mental tersebut dapat membantu untuk mendiagnosis akrofobia. Psikiater bisa mendiagnosis akrofobia setelah menanyakan beberapa hal seperti seberapa sering pasiennya menghindari ketinggian, reaksi saat berada di ketinggian, dan seberapa banyak waktu yang ia habiskan untuk merasa khawatir jika berada di tempat yang tinggi.

5. Perawatan akrofobia dengan terapi

Selama fobia masih dapat diatasi dengan baik, maka tidak perlu mendapatkan perawatan medis yang intensif. Namun jika akrofobia mengganggu aktivitas sehari-hari seperti bekerja, maka penderita akrofobia harus segera meminta bantuan medis. Dilansir Healthline, pengobatan paling efektif untuk mengatasi akrofobia adalah dengan mengikuti terapi pemaparan.

Nah, agar perawatan akrofobia dapat berjalan efektif, maka dokter juga menganjurkan pasiennya untuk berolahraga secara teratur dan melakukan tindakan relaksasi seperti yoga, meditasi, pernapasan dalam, hingga relaksasi otot progresif. Dengan melakukan tindakan relaksasi tersebut, maka akan membantu mengurangi stres dan juga kecemasan. AGEN POKER ONLINE

Agen Poker Terpopuler

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *